Belitong RentCar Your Transport Solution Hotline : AKIONG - 087896413179 ( CALL / SMS HOTLINE )

Tanjung Pandan

Kota Tanjung Pandan adalah kota terbesar di Belitung, ibu kota kabupaten Belitung (Belitung Barat - red). Tanjungpandan berpopulasi sekitar 90.000 jiwa dan terletak di pantai Barat Belitung, 15km ke arah Barat dari bandara HAS Hananjoedin Belitung. Tanjungpandan adalah kota perdagangan utama, dimana terdapat pelabuhan yang disinggahi kapal-kapal yang sebagian besar berlayar dari Jakarta. Kota Tanjungpandan juga terletak di muara sungai Cerucuk, salah satu sungai terbesar di Belitung.
Berikut ini adalah beberapa tempat yang menarik untuk dikunjungi di Tanjungpandan:

Pantai Tanjung Pendam

Pantai ini adalah tempat bersantai warga kota untuk menikmati indahnya mata hari terbenam di sore hari. Terletak di kompleks bekas perumahan pejabat PT.Timah, membuat pantai Tanjungpendam cukup terawat sejak dulu. Di sini anda tidak akan menjumpai pantai pasir putih dan pepohonan kepala, tetapi khusus untuk anak-anak ada taman bermain yang cukup menarik.
Di malam hari pantai Tanjungpendam berubah menjadi tempat berkumpul masyarakat Belitung untuk menikmati aneka kuliner di restoran-restoran open air sekaligus ditemani alunan live music dari musisi lokal yang tampil di beberapa restoran. Di tempat ini juga sering digelar acara panggung pertunjukan kesenian.

Museum Tanjung Pandan

Jika anda ingin mengetahui sejenak masa lalu peninggalan kesultanan yang ada di Belitung, artefak peninggalan keramik abad pertengahan dari tiongkok dan tentu saja beberapa ornamen peninggalan PT.Timah, maka anda bisa singgah sejenak di Museum Tanjungpandan. Lokasi museum masih satu kompleks dengan pantai Tanjungpendam.
Musium ini banyak juga mengkoleksi jenis bebatuan yang terdapat di Belitung yang merupakan koleksi bekas PT.Timah. Ada juga pakaian adat kuno etnis tioghoa, uang logam kuno dan aneka keris dan barang pusaka peninggalan kesultanan kecil yang anda di Belitung pada masa lalu. Di bagian luar museum juga terdapat beberapa mesin kuno peninggalan belanda yang dulu digunakan untuk menambang timah.

Rumah Adat Belitung

Rumah adat Belitung adalah rekonstruksi kreativitas arsitektur Belitung yang kental dengan aliran melayu. Rumah ini adalah bagunan baru, berupa rumah panggung terbuat dari kayu, tetapi menggunakan arsitektur gaya lama. Di dalam rumah terdapat beberapa artefak seni dan kebudayaan masyarakat Belitung, seperti pakaian adat dan perangkat tradisional upacara perkawinan.

Galeri KUKM

Ini adalah sentra oleh-oleh dan cinderamata dari Belitung, terletak di pasar pusat kota Tanjungpandan. Walaupun masih sederhana, aneka souvenir mulai dari kaos, gantungan kunci, kejaninan hasil laut, batu satam yang terkenal sampai aneka makanan ringan seperti kerupuk, terasi, sirup jeruk kunci, aneka dodol, ikan asin, dll tersedia di tempat ini. Referensi souvenir di Belitung bisa dilihat di sini. Oleh-oleh yang paling spesial dari Belitung adalah kerupuk dan terasi.

Danau Tambang Kaolin

Ini bukan tempat wisata. Tempat ini khusus untuk anda peminat fotografi. Danau kaolin adalah tempat terkenal untuk hunting foto sunrise di Belitung. Bentuk kubangan tanah bekas tambang yang unik dan berwarna serba putih serta air danau yang berwarna biru, memberikan pemandangan unik.

Pelabuhan dan Pasar Ikan

Bagi sebagian orang tempat ini bukan lokasi menarik, tetapi bagi peminat fotografer yang menginginkan objek human interest lokasi ini bisa memberikan sasaran pemotretan yang menarik. Ada banyak ikan-ikan besar yang baru diturunkan dari perahu nelayan, aneka bentuk perahu yang berwarna-warni, para pekerja yang tampil real dan apa adanya dengan sorot sinar matahari pagi dari samping, menjadikan tempat ini sebagai lokasi hunting sunrise yang menarik.
              
Warung Kopi Ake, Mie dan Suto Belitung

Kedua tempat ini juga bukan sarana pariwisata, tetapi kedua tempat ini semakin hari semakin terkenal karena semakin banyak wisatawan yang berkunjung untuk sekedar bersantai sejenak. Warung kopi Ake adalah warung kopi terkenal bagi masyarakat Tanjungpandan dari berbagai kalangan yang ingin meluangkan waktu ngobrol sambil menikmati secangkir kopi yang khas. Warung Kopi Ake sudah dijalankan oleh 3 generasi. Ada banyak perangkat seperti ceret keramik tua yang masih bertuliskan huruf belanda, demikian juga ketel untuk memasak air di atas tungku arang dan saringan kopi yang juga khas. Dekorasi warung sangat sederhana dihiasi foto-foto tua. Meja-meja yang digunakan juga unik dan tua, terbuat dari beton dan berbentuk segi enam.